Langsung ke konten utama

Pilih Over Kredit Rumah atau Take Over KPR?


Tempat tinggal merupakan sebuah kebutuhan primer yang juga dapat dijadikan aset karena harganya yang cenderung stabil dan naik seperti misalnya harga jual apartemen margonda Depok. Namun dengan harganya yang semakin tinggi, banyak yang mencari alternatif cara untuk memperolehnya, salah satu solusinya adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tahukah Kamu apa itu take over kredit rumah atau take over KPR dan apa saja aturan over kredit rumah cara mengurusnya?

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini menjadi alternatif solusi yang sangat digemari dalam memperoleh rumah idaman. Dalam penggunaan KPR, terdapat sebuah opsi yaitu membeli sebuah rumah yang KPR nya di-take over oleh pemilik sebelumnya. Apa sebenarnya take over KPR itu? Take over KPR merupakan sebuah tindakan pengalihan KPR sebuah properti kepada pihak lain yang dilakukan secara sah berdasarkan sebuah perjanjian yang berlaku di bawah aturan hukum tertentu. Adapun beberapa alasan dilakukannya take over KPR ini antara lain:
  • Memperoleh suku bunga yang lebih ringan
  • Membeli sebuah rumah yang lebih besar (upgrade)
  •  Kebutuhan keuangan mendesak untuk keperluan lain
Jenis-Jenis Take Over Kredit Rumah
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, proses take over kredit rumah dapat dilakukan kepada pihak lain, bisa saja kepada orang lain atau pihak bank. Beberapa take over yang lazim terjadi dan dipraktikan adalah sebagai berikut:

Take Over Bank
Take over berikut terjadi antar bank dan biasanya terjadi akibat penawaran suku bunga yang lebih rendah oleh bank lainnya sehingga seseorang tertarik untuk mengajukan KPR baru dan mengalihkan KPR lamanya ke bank tersebut. Syarat pengajuan take over ini sebenarnya serupa dengan syarat dan ketentuan pengajuan KPR baru, namun salah satu syarat tambahannya adalah berupa sertifikat rumah yang akan di-take over sehingga proses take over baru dapat dilakukan jika Kamu selaku pembeli memiliki sertifikat rumah tersebut. Biasanya sertifikat rumah tersebut baru terbit sekitar setahun setelah proses KPR sehingga dengan kata lain proses take over umumnya baru dapat dilakukan setahun setelah KPR lama berlangsung.

Take Over Jual
Banyak orang yang menjual rumah yang masih dalam proses KPR karena beberapa alasan, seperti menemukan rumah lainnya yang lebih baik atau kebutuhan dana mendesak sehingga terpaksa menjual rumah. Kamu dapat membeli rumah dengan status KPR masih berlangsung ini dimana pihak-pihak yang terkait adalah:
  •   Pemohon take over
  •  Penjual rumah dalam status KPR masih berlangsung
  • Pihak bank selaku penyedia dana
  • Pihak notaris yang mengurus seluruh dokumen pengalihan kredit
Prosedur pengajuan take over jual ini serupa dengan pengajuan KPR dan aturan over kredit rumah pada umumnya, namun Kamu wajib hadir di bank bersama dengan pihak penjual rumah dan membayarkan sejumlah biaya take over yang telah disepakati oleh kedua belah pihak (Kamu sebagai pemohon take over dan penjual rumah). Pengecekan dan appraisal akan dilakukan seperti biasa, dan jika pengajuan Kamu disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan SKMHT.

Take Over Bawah Tangan
Take over bawah tangan sebenarnya serupa dengan take over jual, namun letak perbedaannya adalah tidak ada pihak bank yang dilibatkan dalam transaksi ini, sehingga pihak yang terlibat hanyalah
  •  Pemohon take over
  • Penjual rumah dalam status KPR masih berlangsung
  • Pihak notaris yang mengurus seluruh dokumen pengalihan kredit
Namun jenis take over ini sangatlah berisiko dan tidak dianjurkan bagi Kamu sebagai pemohon take over. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan pihak bank yang merupakan pihak penyedia dana KPR tidak akan menyerahkan sertifikat kepemilikan kepada Kamu yang namanya tidak tercantum dalam sertifikat tersebut. Proses pengalihan umumnya hanya dilakukan di depan notaris saja. Potensi masalah yang akan terjadi adalah setelah Kamu melunasi seluruh KPR dan berniat mengambil sertifikat ke bank, kemungkinan besar pihak bank tidak akan memberikannya dengan mudah sehingga akan ada biaya yang perlu Kamu tanggung untuk menutup kerugian ini.

Secara singkat, saat Kamu merencanakan untuk melakukan take over KPR baik apapun jenisnya, sebaiknya Kamu perhatikan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu:
  • Apa jenis take over yang akan Kamu lakukan dan apa saja kelebihan serta kekurangannya
  • Bagaimana keamanan dan risiko take over yang akan Kamu lakukan
  • Syarat dan ketentuan take over KPR yang akan Kamu lakukan
  • Biaya-biaya yang mungkin muncul dalam prose take over KPR
  • Prosedur take over KPR yang akan dilakukan
  •  Kapan sebaiknya Kamu melakukan take over KPR tersebut
Kamu akan memperoleh kesepakatan yang lebih aman dan menguntungkan jika Kamu lebih teliti dalam mengerjakannya. Ingatlah bahwa apa yang Kamu lakukan sekarang dapat membawa pengaruh di masa depan, baik pengaruh baik ataupun buruk. Dengan mempelajari proses take over KPR dengan lebih seksama Kamu akan mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Dijual Murah Di Cagar Alam Depok

Rumah yang sejuk dan nyaman memang banyak yang mencarinya. Hal ini dipicu terjadinya polusi yang terjadi dimana-mana. Polusi yang terjadi dimana-mana menyebabkan banyak orang menginginkan rumah yang sejuk dan terhindar dari polusi yang ada. Rumah dengan pepohonan yang rindang pastinya menjadikan suasana rumah tambah sejuk dan nyaman. Rumah dijual murahdi kawasan cagar alam Depok adalah solusi yang tepat untuk Anda. Rumah ini dijual dengan harga yang bersahabat dengan Anda. suasana rumah yang asri dilengkapi dengan pepohonan yang rindang dan menjulang tinggi akan menambah Anda semakin betah berada dirumah sendiri.
Rumah Nyaman Siap Huni Depok
Faktor kenyamanan dalam menghuni rumah salah satunya dipengaruhi oleh lokasi di mana rumah tersebut dibangun. Jika memiliki rumah di daerah Cagar Alam Depok, maka akan membuat hidup anda menjadi lebih nyaman. Salah satunya adalah suasana rumah yang aman dan nyaman. Rumah dijual murah harus anda coba di Depok. Rumah yang nyaman haruslah hal utama ya…

Karakter Terbaru Filosofi Kopi 2 Ben & Jody

Rilis pada 13 Juli tahun ini, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody segera menjawab kerinduan para pencinta kopi Tanah Air. Setelah Filosofi Kopi rilis pada 2015, Visinema Pictures kembali menhadirkan kisah Ben dan Jody lewat sekuel.
Jika Filosofi Kopi pertama berangkat dari sebuah buku karya Dewi Lestari, sekuel kali ini menghadirkan dua nama baru yang turut menyumbangkan idenya dalam menciptakan karaketer baru. Yaitu Christian Armayanto dan Frischa Aswarini yang telah memenangkan kompetisi Ngeracik Cerita yang diadakan oleh Visinema Pictures pada pertengahan 2016.
Sang Sutradara Angga Dwimas Sasongko mengatakan kompetisi ini merupakan langkah tim Filosofi Kopi untuk mengikut sertakan penonton dalam memilih alur cerita. Sehingga alur cerita sekuel film ini tak hanya mengambil cerita dari Jenny Jusuf (Penulis skenario Filosofi Kopi).
“Pemenang cerita juga menulis sinopsis. Ada beberap plot dalam film diambil dari ide mereka berdua. Jadi ada empat sinopsis yang digabungkan menjadi satu, termasu…

Hubungan Jay Z - Beyonce Terlihat Tak Sempurna

Hubungan Jay Z - Beyonce tak sesempurna yang terlihat. Sang rapper merilis video mengenai lagu terbarunya "4:44" di mana dia berbincang dengan selebritas lain seperti Chris Rock, Will Smith, Kendrick Lamar dan Jesse Williams.
Dalam video yang dirilis di Tidal, Senin, mereka bicara soal cinta, hubungan dan bagaimana rasanya berkencan sambil diamati oleh publik. Bicara soal pernikahannya dengan Beyonce, Jay Z mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi.
Ini hidupku sebenarnya," kata dia seperti dilansir Mirror.
Hubungan kami tidak sepenuhnya dibangun atas 100 persen kepercayaan dan hubungan itu mulai retak."
Banyak hal mulai terjadi hingga bisa dilihat oleh publik. Lalu kita tiba di titik 'Oke, mari kita ulang dari awal.' Itu adalah hal paling sulit yang pernah saya lakukan."
Dia mengaku pernah memohon agar istrinya tidak meninggalkannya saat liburan, dia menyadari kesalahannya.
Saya berada di atas kapal dan sedang sangat menikmatinya," kata dia. "Say…